Arsip untuk Januari, 2008

KONSISTEN

Januari 14, 2008

Seorang pengemis sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Sebuah bangunan yang dia sewa bersama teman-temannya seharga Rp 150.000 per bulannya. Tidak mewah tapi juga tidak sangat sederhana untuk sebuah rumah kontrakkan. Mulutnya bergumam, “semoga hari ini aku dapat memperoleh rupiah lebih banyak lagi dari pada hari kemarin.” (lagi…)

SAMPAI TERHENTI DI PINTU SURGA

Januari 14, 2008

Pembangun jiwa. Memang betul. Ayat-ayat Cinta menjadi novel yang telah membangunkan jiwaku. Cinta, harapan, dan jiwa yang sudah hampir mati terbangun kembali. Dalam setiap babnya aku menemukan pelajaran yang menyentuh dan ayat-ayat Quran yang menyadarkan. Dua pelajaran di antara banyak pelajaran yang aku dapatkan adalah, “Berjuanglah Sampai Langkahmu Terhenti di Pintu Surga. Takdir itu ada di ujung usahamu. Kunci surga itu sudah kamu dapatkan.” Ya Allah, semoga ketika langkahku terhenti, pintu surga itu Kau bukakan untukku yang sebetulnya tak pantas. Aku ingin sekali mereguk nikmatnya cinta bersamaMu, wahai Sang Pencinta.

Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah

Irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardliyyah

Fadlhulii fii ‘ibadii

Fadlhulii jannatii

Terimakasihku untuk Habiburrahman El Shiraji. Semoga cinta Allah selalu untukmu.

HATI-HATI DENGAN LELAKI POSESIF

Januari 7, 2008

Hati-hati denga lelaki posesif. Laki-laki posesif cenderung melakukan kekerasan. Sudah banyak yang menjadi korban domestic/dating violence. Posesif hanya ciri dari tergila-gila, bukan cinta yang sebenarnya. Bedakan antara cinta dan tergila-gila

HADIAH TERBESAR

Januari 7, 2008

Jangan bersedih dengan masa lalu, tidak perlu khawatir dengan masa depan. Hadiah terbesar dari Allah adalah hari ini. Manfaatkan sebaik-baiknya dan syukuri. (Erbe Sentanu – Quantum Ikhlas)